Beranda > Civil and Environment > PENGARUH PENAMBAHAN HERCULITE/HAYDITE TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR MORTAR BERSERAT METAL GUNA MEREDUKSI PENURURNAN KEKUATAN STRUKTUR BETON AKIBAT PENGARUH KEBAKARAN

PENGARUH PENAMBAHAN HERCULITE/HAYDITE TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR MORTAR BERSERAT METAL GUNA MEREDUKSI PENURURNAN KEKUATAN STRUKTUR BETON AKIBAT PENGARUH KEBAKARAN


PENDAHULUAN

Mortar merupakan bahan dasar yang mengikat agregat kasar sehingga menghasilkan beton yang padat dan kuat. Bahan dasar mortar terdiri dari semen, air dan agregat halus. Saat ini penggunaan mortar sangat luas tidak hanya sebagai bahan adukan yang biasa kita kenal dalam pekerjaan pasang bata tetapi juga dapat diaplikasikan dalam pembuatan conblok, genteng beton atau panel-panel beton untuk dinding dan lantai.

Seperti halnya dengan beton, mortar memiliki kuat tekan yang cukup tinggi, tetapi memilki kuat tarik dan kuat lentur yang rendah. Penelitian untuk mengatasi kelemahan tersebut telah banyak dilakukan dengan cara memberikan berbagai macam bahan tambahan dalam campuran mortar. Penambahan serat metal adalah salah satu bahan yang sering digunakan dalam campuran mortar tersebut. Tujuan penambahan serat metal ini adalah untuk mengubah karakteristik mortar menjadi lebih liat (ductile) saat menerima beban statik guna menaikkan tegangan tarik dan tegangan lenturnya.

Mortar dengan penambahan serat metal memiliki kekuatan yang cukup baik, namun akibat kebakaran, mortar berserat metal dapat mengalami kerusakan. Pada suhu tinggi diduga penambahan serat metal membawa pengaruh negatif terhadap prilaku mortar, karena serat metal berfungsi sebagi penghantar panas, sehingga panas menjadi lebih cepat tersebar dengan kehadiran serat metal ini.

Herculite/haydite merupakan bahan hasil pembuatan dari tanah shale yang memiliki kekuatan tinggi bila dipanaskan, karena itu penambahan herculite/haydite pada mortar berserat metal akan dicoba pada penelitian ini untuk mengatasi kelemahan yang ditimbulkan oleh serat metal.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Herculite/haydite

 Herculite/haydite merupakan bahan hasil pembuatan dari tanah shale yang dimasukkan ke dalam tungku putar pada suhu 1200 0C selama 10-15 menit. Gas yang ada dalam shale mengembang membentuk jutaan sel kecil (pori udara) dalam massa yang keras. Sel-sel kecil tersebut dikelilingi oleh selaput tipis kedap air yang kuat. Bahan ini mempunyai berat jenis 1,15 dan daya serap air sekitar 16 persen. (Loka Perintisan Bahan Bangunan, Balitbang PU, 1991, Cilacap)  bahan ini dapat digunakan untuk menggantikan agragat dalam pembuatan beton. Berat jenis betonnya sekitar 2/3 beton biasa (pada jumlah semen yang sama). Beton ini mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap panas sehingga biasanya digunakan untuk dinding penahan panas.

B. Kuat tekan

Kuat tekan  adalah kemampuan untuk menerima gaya tekan persatuan luas. Kekuatan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton. Pada umumnya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur  28 hari. Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai faktor air semennya maka semakin rendah mutu beton. Kuat tekan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kekuatan agregat, kekuatan semen, dan kekuatan lekatan antara semen dengan agregat.

Kardiyono  Tjokrodimulyo (1991) menyatakan bahwa kekuatan, keawetan, dan sifat beton yang lain tergantunng pada sifat-sifat bahan dasar, nilai perbandingan bahan-bahannya, cara pengadukan maupun cara pengerjaan selama penuangan aduakan beton, cara pemadatan, dan cara perawata selama prosese pengerasan.

Beton mempunyai nilai kuat tarik yang lebih rendah dibandingkan kuat desaknya. Kuat desak beton dipengaruhi oleh komposisi dan kekuatan masing-masing bahan susun dan lekatan pasta semen pada agregat. Nilai kuat desak beton didapatkan melalui tatacara pengujian standar, menggunakan mesin uji dengan cara memberikan beban tekan bertingkat dengan kecepatan peningkatan beban tertentu atas benda uji silinder beton (diameter 150 mm, tinggi 300 mm) sampai benda uji tersebut hancur.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Devy (2006), “penambahan serat untuk menghasilkan kinerja mortar yang memiliki kuat tekan optimal adalah sekitar 2% sampai 6%”. Mortar adalah material komposit yang terdiri dari pasta semen dan agregat. Pada suhu tinggi, masing-masing unsur pembentuk mortar mengalami reaksi fisik dan kimia yang komplek secara sendiri-sendiri. Reaksi individu tersebut berinteraksi dan menimbulkan dampak yang semakin parah.

Menurut widojoko (2008) “Zona transisi (interface antara pasta semen dan agregat) adalah bagian terlemah dalam mortar. Dari analisa struktur mikro nampak bahwa pada zona transisi lebih banyak mengandung ettringite dan Ca(OH)2 strukturnya lebih berpori-pori dibandingkan dengan struktur pasta semen di daerah sekitarnya. Selama mortar dipanskan, porositas akan meningkat, sebagai akibat reaksi fisik dan kimia. Terjadi dekomposisi dan tranformasi pada mortar. Selain itu, terjadi perbedaaan dilatasi termal antara pasta semen dan agregat. Dengan adanya perbedaan dilatasi termal tersebut, maka di alur zona transisi akan terjadi tegangan tarik. Bila tegangan tarik lebih besar dari daya lekat maka terjadi keretakan pada zona transisi tersebut”.

Adanya reaksi hidrasi, dekomposisi dan transformasi pada mortar akan mengalami proses disintegrasi, porsitas, dan keretakan. Hal ini akan mengakibatkan penurunan kekuatan mortar.

  1. 19 Oktober 2010 pukul 3:56 pm

    Salam kenal….
    Terima kasih,…saya sudah membaca tulisannya
    materi bagus….2 jempol….🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: