Beranda > Civil and Environment > Erosi lokal dipangkal dan pilar jembatan

Erosi lokal dipangkal dan pilar jembatan


Dalam banyak peristiwa rusaknya jembatan, tidak jarang penyebab utamanya adalah karena adanya kegagalan pilar jembatan dalam fungsinya untuk mentransfer beban-beban jembatan ke tanah dasar di mana jembatan tersebut dibangun. Kegagalan pilar dimaksud adalah karena adanya proses gerusan dasar sungai di sekitar pilar jembatan yang melebihi batas-batas yang dipandang aman sehingga secara keseluruhan membahaykan konstruksi jembatan. Beberapa kejadian nyata tersebut antara lain yang terjadi di Toronto, Canada, di mana pilar tengah suatu jembatan mengalami erosi lokal sedemikian besarnya sehingga jembatan tersebut putus persis di bagian pilar tengah tersebut. Kejadian serupa terjadi di Indonesia, yaitu di jembatan sungai Pemali yang terjadi pada tahun 1993. Tidak berfungsinya jembatan akan menyebabkan putusnya jaringan atau sarana transportasi, dengan demikian juga terganggunya kegiatan ekonomi. Berdasar pada pemikiran tersebut dipandang perlu untuk memahami fenomena erosi lokal di sekitar pilar jembatan, yang diharapkan dapat membantu kegiatan pemantauan selama jembatan tersebut digunakan.

Peristiwa erosi lokal selalu akan berkaitan erat dengan fenomena perilaku aliran sungai, yaitu hidraulika aliran sungai dalam interaksinya dengan geometri sungai, geometri dan tata letak pilar jembatan, serta karakteristika tanah dasar dimana pilar tersebut di bangun.

Proses erosi dan deposisi di sungai pada umumnya terjadi karena adanya perubahan pola aliran, terutama pada sungai alluvial. Perubahan pola aliran dapat terjadi karena adanya rintangan/halangan pada aliran sungai tersebut yaitu berupa bangunan sungai, misal: pangkal jembatan, pilar jembatan, krib sungai, revetment, dsb. Bangunan semacam ini dipandang dapat merubah geometri alur serta pola aliran, yang selanjutnya diikuti dengan timbulnya erosi lokal di dekat bangunan. Beberapa standar telah diberikan untuk perencanaan bangunan sungai, namun standar yang mengkaitkan khusu tentang persoalan erosi disekitar bangunan sungai dipandang belum lengkap, terutama dalam membandingkan besarnya prakiraan erosi yang akan terjadi dengan metoda pembanding baik. Hal ini disebabkan karena sulitnya dalam menghitung kedalaman gerusan selama banjir (di mana aliran adalah tidak permanen), maupun karena kompleksnya geometri sungai dan pola aliran. Masalah yang ditemui juga lebih kompleks dengan adanya keadaan bahwa interaksi antara aliran dengan sedimen butir, kekasaran, sifat kohesi, dsb), akan selalu bervariasi sekalipun tinjauan hanya dilakukan pada penggal sungai yang relatif kecil.

Pembedaan tipe gerusan yang diberikan oleh Raudkivi dan Etterna (1982) adalah sebagai berikut :

  1. Erosi umum di alur sungai, tidak berkaitan sama sekali dengan ada/tidak adanya bangunan sungai.
  2. Erosi di lokalisir di alur sungai, terjadi karena menyempitnya alur sungai, aliran menjadi lebih terpusat.
  3. Erosi lokal di sekitar bangunan, terjadi karena pola aliran lokal di sekitar bangunan sungai.

Peristiwa ke tiga jenis erosi tersebut dapat terjadi bersamaan namun pada tempat yang berbeda. Erosi dari jenis (2) dan (3) selanjutnya dapat dibedakan menjadi erosi dengan air bersih (“clear water scour”) maupun gerusan dengan air bersedimen (“live-bed scour”). Erosi dengan air bersih berkaitan dengan suatu keadaan di mana dasar sungai di sebelah hulu bangunan dalam keadaan diam (tidak ada material yang terangkut), atau secara teoritik τo < τc, dimana τo adalah tegangan geser yang terjadi, sedangkan τc adalah tegangan gesek kritik dari butiran dasar sungai.

  1. 2 Januari 2013 pukul 10:51 pm

    Hi everybody, here every one is sharing such familiarity,
    so it’s nice to read this weblog, and I used to go to see this webpage everyday.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: