Beranda > Civil and Environment > Ilmu Teknik Secara Epistemologi

Ilmu Teknik Secara Epistemologi


Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yang diambil dari dua suku kata, yaitu: ‘episteme’ yang berarti pengetahuan atau ilmu (pengetahuan) dan ‘logos’ yang berarti ‘disiplin’ atau teori yang berkaitan dengan asal sifat dan jenis pengetahuan.  Ilmu atau Science secara harfiah berasal dari kata Latin scire yang berarti mengetahui. Karena itu, science dapat diartikan “situasi atau fakta mengetahui, sepadan dengan pengetahuan (knowledge),yang merupakan lawan dari intuisi atau kepercayaan.” Selanjutnya, kata science mengalami perkembangan dan perubahan makna menjadi “pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi, kajian, dan percobaan-percobaan yang dilakukan untuk mengetahui sifat dasar atau prinsip dari apa yang dikaji.” Dengan demikian, sains yang berarti “pengetahuan” berubah menjadi “pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi indrawi.”

Epistemologi atau teori ilmu pengetahuan adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia melalui akal, indera, dan lain-lain mempunyai metoda tersendiri dalam teori pengetahuan, diantaranya; metoda induktif, metoda deduktif, metoda positifisme, metoda kontemplasi, dan metoda dialektis.

Dari uraian diatas, dapat dikatakan bahwa epistemologi merupakan bagian dari filsafat yang berusaha menjawab bagaimana ilmu itu diperoleh. Dalam kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknik.

Filsafat dalam kaitannya dengan ilmu teknik memang bersifat empiris, faktual, laboratoris, dan replicable. Ilmu pengetahuan berbicara tentang fakta, hipotesis, teori, dan hukum. Fakta-fakta ilmu dianggap berlaku bila pengamat independen lain sepakat dengan hal yang sama, atau jika pengamatan dalam waktu dan tempat yang berbeda memberikan hasil yang sama.

Pola pikir sains/teknik merupakan suatu penelitian ilmiah melalui berbagai eksperimen laboratoris untuk mengetahui hakikat suatu obyek, dan ini hanya berlaku untuk benda-benda fisik material yang nampak dan dapat diukur melalui proses laboratoris, namun tidak berlaku untuk hal-hal abstrak berupa ide-ide, baik ide yang terkait dengan masalah sosial ekonomi maupun ide yang terkait dengan dunia fisik. Kesimpulan yang diperoleh dari suatu metode ilmiah tidak bersifat pasti (fixed), karena dapat digugurkan oleh hasil penelitian lain, sekalipun seringkali sebuah teori mapan yang dibangun atas dasar eksperimen untuk sementara dianggap sebagai kebenaran. Misalnya, konsep gerak yang dikemukakan oleh Newton, dalam rentang waktu tertentu dikatakan sebagai sebuah teori yang dapat digunakan dalam segala keadaan. Tetapi eksperimen berikutnya yang dilakukan oleh Einstein menyimpulkan bahwa konsep/teori tersebut tidak dapat digunakan untuk benda/sesuatu yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: